Minggu, 22 November 2020

KEBIJAKAN SEKOLAH TATAP MUKA TAHUN 2021 KABUPATEN BOGOR

 Entis Sutisna, S.Pd,MM
 
Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bogor

 

CIBINONG -  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengeluarkan kebijakan terkait sekolah tatap muka di tengah pandemi. Nadiem kini memperbolehkan pembelajaran tatap muka di sekolah mulai 2020/2021.


"Pemerintah pada hari ini melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah, kanwil atau kantor Kemenag untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di bawah kewenangannya," kata Nadiem Makarim dalam siaran YouTube Kemendikbud RI, Jumat (20/11/2020).


Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan menyambut baik dan optimis bahwa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka pada Januari 2021 bisa dimulai. 


"Dinas Pendidikan sudah menyusun skema dan teknis penyelenggaraan pembelajaran tatap muka pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP bahkan lembaga pendidikan yang dinaungi oleh Kemenag dan KCD SMA/SMK Kabupaten Bogor, dan sudah siap melakukan pembelajaran tatap muka," ujar Entis.


Pemkab. Bogor juga mengintruksikan kepada seluruh sekolah untuk mempersiapkan secara teknis sarana dan prasarana yang dibutuhkan atau harus disiapkan dalam melaksanakan KBM tatap muka. 


Selain itu, dalam rangka memaksimalkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, Pemkab. Bogor juga telah menyiapkan sistem monitoring dan evaluasi teknis pola mengajar bagi tenaga pendidik, kependidikan hingga peserta didik sesuai dengan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Kasdi Botak




Jumat, 13 November 2020

Sejumlah Saksi diperiksa, Polsek Cibinong Optimalkan Penyelidikan Penemuan Jenazah di Kampung Kramat




Sejumlah personil gabungan Polsek Cibinong dan Polres Bogor melakukan olah TKP penemuan jenazah Bayi di Cibinong (12/11).


Cibinong, POLRES BOGOR-Lebih dari 2 orang saksi diperiksa petugas Polsek Cibinong Polres Bogor, pasca ditemukannya sesosok mayat bayi pada Kamis (12/11) di Kp. Kramat RT. 02/02 Kel. Harapan jaya Kec. Cibinong Kab. Bogor.


Sesosok mayat bayi yang diketemukan pertama kali oleh seorang warga berinisial Y (Wanita, 49 tahun) ketika hendak membuang sampah, langsung ditindaklanjuti oleh petugas Bhabinkamtibmas Polsek Cibinong Polres Bogor Aiptu Ahmad Mujtaba dan personil piket Reskrim.


“Lebih dari 2 orang saksi telah kami mintai keterangannya hingga hari ini (13/11). Kamipun telah berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Bogor dan tim Forensik, untuk membantu mengungkap sosok yang tega membuang Bayi ini”. tutur Kapolsek Cibinong Polres Bogor AKP I Kadek Vemil S.E., S.I.K., M.H.


“Kami bekerja ekstra ditengah banyaknya kegiatan untuk mengungkap kasus ini”. Tutup Kapolsek Cibinong Polres Bogor AKP I Kadek Vemil. (BAP/Botak).


Selasa, 10 November 2020

Desa Leuwiliang Wakili Kabupaten Bogor Pada Lomba Kesatuan Gerak PKK Tingkat Provinsi Jawa Barat


FBINEWS.NET BOGOR- Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, wakili Kabupaten Bogor pada lomba Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana, Kesehatan dan Posyandu Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2020. Tim rechecking Provinsi Jawa Barat melakukan penilaian untuk Desa Leuwiliang  melalui virtual meeting yang dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Leuwiliang, Selasa (10/11/2020). 


Hadir pada virtual meeting Ketua TP PKK Kabupaten Bogor, Ketua TP PKK Kecamatan Leuwiliang, Ketua TP PKK Desa Leuwiliang, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerak DP3AP2KB, Camat Leuwiliang dan Kepala Desa Leuwiliang.


Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiah Iwan mengatakan bangga dengan Desa Leuwiliang masuk peringkat 6 di Provinsi Jawa Barat. “Alhamdulillah Desa Leuwiliang yang mewakili Kabupaten Bogor pada lomba Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana, Kesehatan dan Posyandu masuk peringkat 6 ditingkat Provinsi Jawa Barat. Setelah masuk tingkat provinsi dan hari ini kita dinilai, semoga kita bisa berlanjut ke tingkat nasional,” kata Halimatu Sadiah Iwan.


Ia juga menambahkan, masuknya Desa Leuwiliang ke peringkat 6 tingkat Provinsi Jawa Barat tidak lepas dari kerjasama dan kerja keras semua pihak yang terlibat dalam lomba kesatuan gerak PKK. “Masuknya Desa Leuwiliang ke peringkat 6 tingkat Provinsi Jawa Barat berkat kerja keras semua pihak yang terlibat. Bagaimana seluruh stakeholder dan SKPD terkait saling bekerjasama. Kita juga turun ke lapangan untuk memberikan pelatihan-pelatihan, sosialisasi, pembinaan, semua Pokja PKK turun kelapangan, mulai dari menangani Kesraknya, kesehatannya sampai Posyandunya,” tambahnya.


Lebih lanjut, Ketua TP PKK Kabupaten Bogor mengapresiasi Desa Leuwiliang yang masuk kedalam 4 kategori. “Saya bangga, pada lomba Kesatuan Gerak PKK tahun ini kita masuk kedalam 4 kategori, pertama kategori Kesrak, kedua kategori PHBS, ketiga kategori LBS dan keempat kategori Posyandu. Semoga hasil penilaian hari ini kita semua mendapatkan hasil yang terbaik dan yang paling pasti semua ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(sumber Kominfo Kab Bogor)

 Kasdi Botak

Jumat, 06 November 2020

Kecamatan Tenjolaya Gelar Seleksi Pilkades Desa Gunungmalang



 Bogor FBINEWS.NET= Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar seleksi bakal calon kepala desa  Sabtu, (07/11/2020), bertempat di aula kecamatan,dengan materi seleksi tertulis,dilanjutkan paripurna tim independen untuk menyampaikan hasil seleksi


Seleksi itu diikuti sebanyak 7 bakal calon kepala Desa Gunungmalang, Kecamatan Tenjolaya, yang memiliki bakal calon lebih lima orang. Sesuai dengan regulasi, menurut Camat, mereka semua harus melewati masa seleksi terlebih dahulu.


Camat Tenjolaya  Farid Ma'ruf SH, M.Kn  mengatakan, "pemilihan kepala desa (pilkades) merupakan pelaksanaan kedaulatan rakyat di tingkat desa guna memilih kepala desa yang bersifat langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Dia menyebut kegiatan pilkades tentunya merupakan implementasi dari rangkaian tahapan pemilihan bakal calon kepala desa pada 2020.


Lebih lanjut Farid meyakini, para bakal calon kepala desa yang mengikuti seleksi itu memiliki visi dan misi yang sama, yakni ingin membangun desa sekaligus memberikan kontribusi terbaiknya bagi desa yang akan dipimpinnya. "Saya yakin para calon kades ini tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi desanya. Tetapi, perlu diingat, untuk menjadi kepala desa ada mekanismenya, salah satunya melalui seleksi pemilihan kepala desa ini," katanya.


Tes tulis yang digelar di Kantor Kecamatan Tenjolaya  diikuti sebanyak 7 orang peserta dari desa  Gunungmalang, terdiri dari 6 peserta laki-laki dan 1 peserta perempuan.  

Setelah dilaksanakan ujian tulis dan dilksanakan koreksi oleh Panitia Pemilihan  dari 7peserta atau bakal calon kepala desa yang mengikuti tes tersebut, peserta yang menduduki ranking 5 besar adalah,1 Teddy Saepudin  (440) 2.Dedi Cahyana ( 430) 3.Iding Sumardi (380)  4.Habibolah (360)  5. Jaji (260)


Pewarta :: Kasdi Weno

Bertempat di Purwakarta, Jawa Barat Sebanyak Lima Kabupaten Pengurus DPD dan DPW Media Independen Online Dilantik

  Bertempat  di Hotel Harper, Purwakarta sebanyak 5 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa barat menggelar penguk...